Film Stip & Pensil Menyiratkan Pentingnya Sebuah Pendidikan

19 Apr 2017

Ditengah hangatnya aura pilkada DKI putaran ke-2, sedikit memberi penyegaran Saya ingin mereview sebuah film yang mulai tayang hari ini di bioskop tanah air pada 19 April 2017. Film bergenre drama comedy Stip & Pensil tak hanya sekedar menyajikan hiburan semata, tetapi juga pesan-pesan tentang pentingnya sebuah pendidikan, pemahaman baca dan tulis. Saya tidak mendapatkan informasi apa maksud dari judul film ini, tetapi kata pensil mungkin sebagai simbolisasi dari sebuah pendidikan. Berkisah tentang sekelompok anak orang kaya di sebuah sekolah menengah, yang uniknya karena hal tersebut mereka dikucilkan.

Adalah Toni (Ernest Prakasa), Aghi (Ardit Erwandha), Bubu (Tatjana Saphira), dan Saras (Indah Permatasari) tingkah pola mereka dinilai angkuh oleh teman sekolah lainnya, di awal cerita memang sikap mereka yang semena-mena merusak pertunjukan anak teater yang sedang pentas menambah deretan stigma negatif yang tersemat.

Perlahan sisi sosial mereka mulai terasah, bermula dari tugas essay yang diberikan Pak Adam (Pandji Pragiwaksono) dan lolos untuk di ikut sertakan dalam kompetisi essay tingkat nasional, pesaing utama tak lain teman sekelas mereka sendiri, Edwin dan kawan-kawan. Mengangkat tema kehidupan sosial dalam masyarakat, hingga pertemuan dengan Ucok (Iqbal Sinchan), seorang anak jalanan yang tinggal di pemukiman kumuh menjadi klimaks cerita.

Mereka sepakat mengangkat isu pendidikan dari kalangan tidak mampu. Muncul inisiatif untuk mendirikan sekolah di kolong jembatan yang ditujukan untuk anak-anak miskin dari kalangan pemulung, pengemis, dan tuna wisma dengan biaya pribadi dari mereka sendiri. Sebagai anak-anak orang berada bukan hal sulit bagi mereka menggontorkan sejumlah uang untuk mewujudkan tekad tersebut. Namun, tidak segala hal baik bisa berjalan, selalu ada rintangan yang mendera mulai dari sikap anak jalanan yang lebih mengutamakan mencari uang dibandingkan harus belajar, ketidak setujuan beberapa orang tua anak-anak tersebut, hingga ancaman pembubaran sekolah mereka dari Pemkot setempat.

Banyak teman-teman sekolah awalnya meragukan bahkan mencela sikap sosial yang mereka lakukan, tanpa pernah tahu bagaimana perjuangan yang telah dilalui untuk mewujudkan pendidikan ke anak-anak jalanan agar mau belajar. Berbagai rintangan datang silih berganti dari lingkungan sekitar sekolah darurat yang di dirikan. Mereka hampir menyerah untuk melanjutkan sikap sosial itu, tapi sisi hati yang lainnya berkeinginan untuk tetap melanjutkan yang bukan lagi mengejar penghargaan, pengakuan dan pujian.

Di bawah arahan sutradara Ardy Octaviand dan Joko Anwar bertindak sebagai penulis skenario, film ini sarat dengan sisi komedi tapi tidak melunturkan tujuan cerita. Dengan Manoj Punjabi selaku produser dari rumah produksi MD entertainment. Di film ini kita bisa lihat akting Tatjana Saphira yang biasanya memerankan gadis cerdas dan penuh duka, kali ini memberi sentuhan berbeda dimana tokoh yang diperankannya bersikap polos dan agak telmi. Film ini juga didukung artis dan aktor berbakat seperti Arie Kriting, Gita Bhebhita, Rangga Azof, Tora Sudiro dan lainnya.


TAGS Stip&Pensil DetikForum Film FilmNasional movie


-

Author

Follow Me