Legenda King Arthur Versi Pertarungan Robot di Transformers 5

3 Jul 2017

Jika menyaksikan film transformers, selalu teringat akan banyak julukan orang tentang domisili tak jauh dari tempat tinggal Saya. Kontener yang akrab lalu lalang di wilayah Tanjung Priok selalu dijuluki “Megatron” agak lucu tapi juga miris bagi Saya.

 

Bicara mengenai Megatron, di series ke-5 dengan judul ‘Transformers: The Last Knight.’ ini akan membangkitkan tokoh robot Megatron yang menginginkan kehancuran bumi. Digambarkan dalam tayangan ini Megatron merupakan robot transformasi berbobot besar dengan konsep seperti petarung, mengambil peran adegan antagonis.

 

Di sisi lain series ini sebenarnya menitik beratkan pada kisah Cade Yeager (Mark Wahlberg) seorang teknisi dan Vivian Wembley (Laura Haddock) seorang profesor di Oxford akan bertualang memahami sejarah Transformers di muka bumi. Dengan bantuan Sir Edmund Burton (Anthony Hopkins), bersama menguak dan mencari tongkat penyihir Merlin yang diperkirakan bisa melindungi dari kehancuran. Semakin melengkapi adalah kehadiran sosok robot asisten milik Sir Edmund bernama Cogman, dengan tingkah yang konyol dan lucu memberikan bumbu homor di film ini.

 

Dalam perjalanan menemukan muaranya, ada beberapa adegan flashback cerita berlatar belakang abad pertengahan, di mana King Arthur (Liam Garrigan) sedang menghadapi perang yang tak kunjung selesai. Dengan gigih serta pantang menyerah, mereka menunggu pertolongan Merlin (Stanley Tucci), penyihir yang diperkirakan dapat menyelesaikan peperangan. Tongkat milik Merlin itulah yang nantinya akan menjadi central, yang hanya bisa dikendalikan oleh keturunan Merlin.

 

Kilas balik itu memiliki keterlibatan dengan autobot yang telah disembunyikan selama ribuan tahun. Semakin pelik pertarungan robot-robot melawan para decepticon, terlebih ketika Optimus Prime terkena pengaruh menjadi jahat, hingga bangkitnya Megatron dan munculnya planet baru Unicron.

 

Selain tentu saja adalah Bumblebee transformasi robot prajurit kuning dari Camaro yang gagah dan nyentrik turut serta dalam pertarungan dan petualangan Cade Yeager untuk melindungi dari kehancuran bumi. Muncul sosok gadis belia yatim piatu bernama Izabella (Isabela Moner) yang tetiba muncul di Bengkel rahasia transformer yang dikelola Cade hingga kemudian terlibat lebih jauh dalam permasalahan itu.

 

Film berdurasi 2 jam 30 menit ini, seakan melengkapi series-series sebelumnya. Yang memberi puzle secara bertahap dengan membuka tabir bahwa Bumblebee telah lama berada di bumi bahkan ketika masa moyang dari Sir Edmund Burton. Jika dalam series sebelumnya diceritakan Optimus Prime pergi ke luar angkasa  untuk menemui Quintessa yang tak lain di katakan adalah si Pencipta (The Creator) dan sempat berada di pihak lawan untuk menghancurkan planet unicorn yang tak lain adalah Bumi yang di tinggali manusia. 

 

Sebelumnya, Optimus Prime menemukan planet tempat asalnya (Cybertone) telah menjadi planet mati hingga kemudian menemukan cara untuk menghidupkan kembali planet tersebut dengan sebuah artefak kuno. Disinilah cerita klimaks bermula, terjadi saling kejar mengejar akan perebutan artefak tersebut yang ternyata telah jatuh ke tangan Cade dan memilihnya sebagai Ksatria terakhir.

 

Penayangannya yang telah lama dinanti oleh pecinta film memang cukup melengkapi. Mengangkat genre fiksi action ini masih tetap menyajikan efek visual berkualitas juga efek suara yang khas sebagaimana series sebelumnya. Namun alur cerita yang disajikan terkesan terlalu lambat, selain itu tokoh central manusia yakni Cade dan Vivian kurang menyajikan chemistry yang saling tertarik satu sama lain.

 

Selebihnya film ‘Transformers: The Last Knight.’ ini sudah cukup baik, membawa arus penonton dalam imajinasi pertarungan antar robot. Film ini telah tayang di bioskop Indonesia sejak 21 Juni 2017.


TAGS movie Film Opini transformers action


-

Author

Follow Me